Minggu, 27 Juni 2010

Catatan Pernikahan

Ketika Akan Menikah
Janganlah sekedar mencari istri tapi ibu bagi anak - anak kita.
Janganlah sekedar mencari suami, tapi ayah bagi anak - anak kita.

Ketika Melamar
Anda bukan sedang meminta kepada wali atau orang tua si gadis , tetapi meminta kepada Alloh melalui orang tua si gadis.

Ketika Menikah
Anda bukan menikah di hadapn penghulu tapi di hadapan Alloh.

Ketika Resepsi Pernikahan
Catat dan hitung semua tamu, yang datang untuk mendoakan anda….karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk bercerai karena menyia - nyiakan doa mereka.

Sejak Malam Pertama
Bersyukurlah dan bersabarlah , anda adalah seorang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

Selama Menempuh Hidup Berkeluarga
Sadarilah bahwa jalan yang akan di lalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

Ketika Biduk Rumah Tangga Oleng
Jangan saling melepas tangan , tapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan.

Ketika Belum Memiliki Anak
Tetaplah mencintai istri atau suami.

Ketika Memiliki Anak
Jangan bagi cinta anda kepada suami / istri dan anak anda, tetapi cintailah istri atau suami anda seratus persen dan cintai anak - anak masing - masing seratus persen. Oleh karena itu, anda butuh stock cinta yang sangat besar… sehingga butuh dada yg lebih bidang untuk sesuatu yg sering menyesakkan.

Ketika Ekonomi Keluarga Belum Membaik
yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar seiring dengan tingkat ketaatan suami dan istri. Tetapi jika ketaqwaan sudah ditingkatkan berlipat ganda, ekonomi belum juga membaik. Anggap saja ini taqdir Allah dan bersabarlah… jangan anggap pasangan sebagai pembawa sial.

Ketika Ekonomi Membaik
Hadza min fadhli Robbi. Jangan lupa jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

Untuk Anda Adalah Suami
Boleh bermanja - manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggungjawab apabila istri membutuhkan pertolongan anda.

Ketika Anda Adalah Istri
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemahlembut tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

Untuk Mendidik Anak
Jangan pernah berfikir bahwa orangtua yang baik adalah yang tidak pernah marah kepada anaknya karena orangtua yang baik adalah yang jujur kepada anak.

Ketika Anak Bermasalah
Yakinlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak di dengar orangtua.

Ketika Ada PIL
jangan di minum, cukuplah suami sebagai obat.

Ketika Ada WIL
jangan di turuti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.

Ketika Memilih Potret Keluarga
Pilihlah potret keluarga sekolah yang dalam masa pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.

Ketika Ingin Langgeng Harmonis
Gunakan Formula 6 K – Ketakwaan, Kasih sayang, Kesetiaan, Komunikasi Dialogis, Keterbukaan, Kejujuran.

0 komentar: